PEMASANGAN PERANGKAP DAN IDENTIFIKASI TIKUS & PINJAL KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II JAYAPURA SEKSI PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN TAHUN 2019

A.  Latar belakang
Tikus adalah hewan mengerat (rodensia) yang lebih dikenal sebagai hama tanaman pertanian, perusak barang digudang dan hewan pengganggu yang menjijikan di perumahan. Belum banyak diketahui dan disadari bahwa kelompok hewan ini juga membawa, menyebarkan dan menularkan berbagai penyakit kepada manusia, ternak dan hewan peliharaan. Rodensia komensal yaitu rodensia yang hidup didekat tempat hidup atau kegiatan manusia ini perlu lebih diperhatikan dalam penularan penyakit. Penyakit yang ditularkan dapat disebabkan oleh infeksi berbagai agen penyakit dari kelompok virus, rickettsia, bakteri, protozoa dan cacing. Penyakit tersebut dapat ditularkan kepada manusia secara langsung oleh ludah, urin dan fesesnya atau melalui gigitan ektoparasitnya (kutu, pinjal, caplak dan tungau).
Tikus merupakan masalah rutin di wilayah Pelabuhan Laut, karena itu pengendaliannya harus dilakukan secara rutin pula. Hewan pengerat ini dapat menimbulkan penyakit penting yang ditularkan ke manusia antara lain, pes, salmonellosis, leptospirosis, murin typhus.
Mengingat besarnya dampak negatif akibat keberadaan tikus di wilayah Pelabuhan Laut, maka perlu dilakukan pengawasan sebagai langkah dalam upaya mencegah kemungkinan timbulnya penyebaran penyakit terutama dari tikus dengan pinjal.
B.  Tujuan
a.       Untuk mengetahui jenis tikus di wilayah Pelabuhan Laut Jayapura.
b.      Untuk mengetahui indeks pinjal pada tikus yang tertangkap di wilayah Pelabuhan Laut Jayapura.
c.       Untuk mengetahui jenis pinjal jika ditemukan pada tikus yang tertangkap di wilayah Pelabuhan Laut Jayapura.
d.      Untuk melaksanakan salah satu tindak pengendalian dengan metode trapping.




DOKUMENTASI KEGIATAN

PEMASANGAN PERANGKAP DAN IDENTIFIKASI TIKUS & PINJAL
BULAN JANUARI TAHUN 2019



Share:

WORKSHOP KADER PENGGUNA LARVITRAP KELUARAGA MARITIM DALAM RANGKA PERCEPATAN ELIMINASI MALARIA DAN MENSUKSESKAN PON XX TH 2020 PROVINSI PAPUA

   Sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI, dalam melakukan pengendalian penyakit berpotensi KLB wabah dengan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk, untuk memutuskan mata rabtai perkembangbiakan nayamuk Anopheles dan Aedes Sp pada stadium larva, di dalam rumah maupun (indor maupun autdoor). Penyakit malaria dan DBD yang ditularkan melalui vektor (Anopheles dan Aedes Ae Sp) . Merupakan masalah kesehatan di indonesia, termasuk papua yang merupakan daerah yang Endemis Malaria.
   Sampai saat ini di indonesia kasus malaria banyak di temukan kawasan Timur Indonesia seperti di Papua, Papua Barat, Nusa Tengara Timut, Maluku dan Maluku Utara. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 293/SK/Menkes.IV/2009, tentang Eliminasi Malaria di Indonesia, bahwa target Eliminasi di Indonesia Tahun 2030. Sedangkan Bapak Gubernur papua menargetkan eliminasi malaria di papua tahun 2028, selain itu terdapat beberapa daerah di papua dan papua barat sudah mendahului eliminasi malaria antara lain Sorong Selatan, Biak Numfor dan Supiori. Namun sampai sekarang masih ada beberapa darah yang kasus malaria masih meningkat antara lain Ka.Jayapura, Kab. Keerom, Kab. Sarmi, Kab.Kepulauan Yapen, Kab.Mimika, Kab. Asmat dan Kab. Mamberamo Raya. (Dinas Kesehatan Provinsi Papua 2017)
  Workshop ini dilaksanankan di Aula PT Pelindo IV Jayapura pada hari Jumat, 14 Desember 2018 dan di hadiri 62 Peserta metode yang digunakan ceramah dan diskusi serta pembuatan larvitrap oleh peserta.
  


   

Share:

DESIMINASI INFORMASI BIDANG PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN WILAYAH KERJA BANDAR UDARA SENTANI

Guna mengantisipasi ancama penyakit global serta permasalahan kesehatan masyarakat yang merupakan masalah darurat menjadi perhatian dunia, Kantor Kesehatan Pelabuhan dituntut mampu menangkal risiko kesehatan yang mungkin masuk melalui orang, alat angkut, barang termasuk dari Negara lain dengan melakukan tindakan tanpa menghambat perjalanan dan perdagangan.
Upaya pengendalian risiko lingkungan bertujuan untuk membuat wilayah bandara sentani dan alat angkut  tidak menjadi sumber penularan ataupun habitat yang subur bagi perkembang biakkan kuman/vector penyakit.
Kegiatan pengendalian risiko lingkungan merupakan salah satu upaya cegah tangkal penyebaran penyakit karantina dan penyakit menular lain potensial wabah. Upaya-upaya melalui pemutusan mata rantai penularan penyakit sangat penting di pintu masuk Negara berupa tindakkan prefentif dan promotif yang dilakukan oleh petugas KKP secara rutin saat berada dilapangan sehingga saat ini perlu dilaksanakan kegiatan Desiminasi dan Informasi tentang Pengendalian Risiko Lingkungan Wilayah Kerja Bandar Udara Sentani, yang merupakan evaluasi kegiatan sepanjang tahun 2018 dibuka oleh kepala UPBU Kelas I Sentani diruangan Rapat UPBU dihadiri oleh Stakeholder Bandara. 
Selain itu Acara Desiminasi diawali dengan Sosialisasi UU No.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan pengganti dari UU No. 1 Tahun 1962 tentang Kekarantinaan Laut dan UU No. 2 Tahun 1962 tentang Kekarantinaan Udara. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2018 di ikuti dengan pemateri penerapan Fumigasi Pesawat oleh Edison Koibur, M.Kes serta presentasi hasil-hasil pengawasan Sanitasi Pengolahan Makan minum, hasil deteksi dini penjamah makanan, crew pesawat, Pengawasan Kepadatan Serangga, Nyamuk, Lalat, Kecoak, Air bersih, dll dibandara Sentani Jayapura.


Share:

EVALUASI PROGRAM PELABUHAN SEHAT DI WILAYAH KERJA PELABUHAN JAYAPURA

Jayapura - Guna mewujudkan pelabuhan laut yang sehat, Kantor Kesehatan Pelabuhan Jayapura mengelar Pertemuan evaluasi lintas sektor dan stakeholder pelabuhan laut jayapura, Acara ini di gelar di Hotel Matoa Jayapura.
   Tujuan di selenggarakan evaluasi ini adalah memperoleh informasi wujud keberhasilan pelabuhan sehat sehingga dapat menimalisir maupun meniadakan kemungkinan timbulnya faktor risiko di masyarakat, sehingga pelabuhan laut jayapura terlihat lebih bersih, lebih aman, nyaman dan lebih sehat. 
Pembukaan Kegiatan Oleh 
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Jayapura
   Sesuai hasil kesepakatan dan komitmen maka semua stakeholder dapat berperan aktif dalam rangka meningkatkan kulitas kesehatan di pelabuhan laut jayapura.
   Kegiatan yang pernah dilakukan dan belum maksimal sesuia indikator pelabuhan sehat anatara lain Sosialisasi dan Advokasi, Pembentukan forum/kelompok kerja pelabuhan sehat menyusun kesepakatan bersama antar anggota forum, Koordinasi dan pertemuan kegiatan Instansi pelaku usaha dalam pelabuhan (belum maksimal) dan jejaring informasi komunikasi.
   Penerapan Pelabuhan Sehata merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Kesehatan No 44 tahun 2014 dan bandara sehat serta IHR 2015 yang merupakan langkah strategi untuk implementasi Pelabuhan/Bandara/PLBN sehat dalam wilayah kerja KKP Jayapura.
   Penerima manfaat dari kegiatan evaluasi pelabuhan sehat adalah masyarakat pengguna jasa di pelabuhan, masyarakat maritim, organisasi KKP Jayapura serta instansi terkait dalam wilayah pelabuhan laut jayapura. Strategi lanjutan sebagai wujud dari program pelabuhan sehat terkait dengan percepatan eliminasi malaria di Provinsi Papua dan Pelaksanaan PON ke XX maka KKP Jayapura pertajam komunikasi dengan keluarga TKBM (Tenaga Bongkar Muat) Jayapura untuk memasang larvitrap yang disiapkan oleh KKP Jayapura serta diharapkan dukungan sponsor dari mitra kerja lainnya.
   Acara pertemuan di akhir paparan materi UU No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan oleh Kepala KKP Jayapura Harold M Pical,SKM.,M.Kes dan dan penandaganan kesepakatan bersama peserta rapat untuk tindak lanjut di tahun 2019.


Share:

EVALUASI PROGRAM PELABUHAN SEHAT KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELASI II JAYAPURA

Upaya pengendalian risiko lingkungan bertujuan untuk membuat wilayah pelabuhan dan alat angkut tidak menjadi sumber penularan ataupun habitat yang subur bagi perkembangbiakan kuman/vektor penyakit. Kegiatan pengendalian risiko lingkungan merupakan salah satu upaya mencegah penyebaran penyakit karantina dan penyakit menular potensial wabah melalui pemutusan mata rantai penularan penyakit dengan profesional sesuai standar. Pertemuan ini di laksanakan pada tanggal 06 Desember 2018 di Hotel Matoa Metode yang di gunakan Ceramah dan Diskusi.


Dokumentasi Kegiatan






Share:

PENDAFTARAN VAKSIN ONLINE

Blogroll

Popular Posts

PEMASANGAN PERANGKAP DAN IDENTIFIKASI TIKUS & PINJAL KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II JAYAPURA SEKSI PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN TAHUN 2019

A.   Latar belakang Tikus adalah hewan mengerat (rodensia) yang lebih dikenal sebagai hama tanaman pertanian, perusak barang digudang...

Mengenai Saya

2.2. VISI DAN MISI 1. Visi Masyarakat sehat yang mandiri dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Berkeadilan 2. Misi - Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta, dan masyarakat madani. - Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, dan berkeadilan. - Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan. - Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik. 2.3. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Tugas pokok dan fungsi Kantor Kesehatan Pelabuhan sebagaimana tersebut dalam Permenkes Nomor 2348/Menkes/Per/XI/2011 tentang perubahan atas Permenkes Nomor 356/MENKES/Per/IV/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan

MARS KKP

Diberdayakan oleh Blogger.

KEGIATAN SEKSI