SURVEILANS MIGRASI MALARIA DI WILAYAH KERJA POS LINTAS BATAS NEGARA (PLBN) SKOUW RI - PNG TAHUN 2017

SKOUW - Tim Kesehatan KKP Kelas II Jayapura melakukan kegiatan Surveilans Migrasi Malaria di PLBN Skouw.




    Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yang berada di suatu daerah endemis. Malaria sebagai salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik di dunia maupun di Indonesia sehingga menjadi prioritas baik global maupun nasional.

    Di Indonesia penyakit malaria ditemukan tersebar di seluruh kepulauan, terutama kawasan Timur Indonesia. Kawasan Timur Indonesia yaitu, Papua, Papua Barat, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur.

    Surveilans migrasi malaria merupakan bagian dari program peningkatan kewaspadaan (SKD – KLB) terhadap timbulnya malaria dengan melakukan analisis secara terus-menerus dan sistematis terhadap kecenderungan migrasi penduduk dan kecenderungan kasus impor serta deteksi dini adanya penularan setempat, perubahan kondisi lingkungan, vector, dan perilaku penduduk yang berpotensi terjadinya penularan malaria.



   Pada tanggal 12 Mei 2017, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Jayapura melakukan Surveilans Migrasi Malaria di Wilayah Kerja Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw RI – PNG dengan melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap Pamtas  (Pengamanan  Perbatasan/TNI) dan petugas Perbatasan menggunakan RDT (Rapid Diagnistoc Test) dan mikroskopis. Anggota TNI ini merupakan Pamtas yang telah selesai masa penugasannya di PLBN Skouw dan akan pulang ke daerah asal mereka yaitu Kota Medan .




Tujuan pelaksanaan dari kegiatan ini adalah :
1.  Mencegah terjadinya penularan malaria terutama yang berasal dari kasus impor
2. Menemukan penderita malaria secara dini yang datang dari daerah endemis malaria
3.   Memberikan pengobatan pada penderita malaria sesuai standar
4. Meningkatkan jejaring kemitraan dengan berbagai program/sektor terkait termasuk masyarakat
5.   Memantau pola musiman migrasi penduduk di wilayah reseptif


     Pada kegiatan ini jumlah orang yang diperiksa adalah 55 orang yang terdiri atas 40 orang Pamtas Anggota TNI dan 15 orang Petugas Perbatasan. Hasil pemeriksaan RDT dan Mikroskopis diperoleh sebanyak 53 orang negatif dan 2 orang positif terdapat parasit malaria dalam darahnya yaitu 1 orang positif Plasmodium Vivax dan 1 orang positif Plasmodium Falciparum.

     Terhadap yang positif malaria Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Jayapura telah menyampaikan notifikasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan dengan tembusan kepada Dirjen P2P up Direktur P2PTVZ, Kadinkes Provinsi Papua dan Kadinkes Provinsi Sumatera Utara. 









Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Stop Gratifikasi!

Stop Gratifikasi!

Tayangan 1 Bulan Terakhir

Blogroll

Popular Posts


PRE-BORDER LIAISON MEETING (BLM) RI-PNG FOR THE PREPARATION OF THE RI - PNG SPECIAL SESION 2021 AGENDA

KEMENTERIAN KESEHATAN KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II JAYAPURA PRE-BORDER LIAISON MEETING (BLM) RI-PNG FOR THE PREPARATION OF THE RI - P...

MARS KKP

Diberdayakan oleh Blogger.