IMPLEMENTASI KEGIATAN MRP DALAM WILAYAH KERJA KKP KELAS II JAYAPURA

Share:

PERTEMUAN LINTAS SEKTOR / LINTAS PROGRAM DALAM RANGKA PENGENDALIAN VEKTOR DAN BINATANG PEMBAWA PENYAKIT SERTA PENGUATAN LAYANAN IMUNISASI MEASLES, RUBELLA, POLIO (MRP) BERSAMA TOKO AGAMA DI WILAYAH KERJA BANDAR UDARA SENTANI

Keadaan lingkungan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Banyak aspek kesejahteraan manusia dipengaruhi oleh lingkungan, dan banyak penyakit dapat dimulai, didukung, ditopang, atau dirangsang oleh faktor-faktor lingkungan. Sebagai vektor (penular) penyakit, arthropoda  dapat memindahkan suatu penyakit dari orang yang sakit  terhadap orang yang sehat dimana dalam hal ini arthropoda secara aktif menularkan mikroorganisme penyakit dari penderita kepada orang yang sehat  dan juga sebagai tuan rumah perantara dari mikroorganisme tersebut, contoh : nyamuk, lalat, kutu, kecoa dsb. Arthropoda sebagai penyebab penyakit dimana arthropoda dapat menyebabkan penyakit tanpa perantara penular penyakit dalam artian secara langsung, bisa itu dari gangguan langsung maupun tidak langsung serta kendala lainnya adapun penyakit yang ditimbulkan karena arthropoda sebagai penyebab penyakit secara langsung diantaranya entomophoby, annoyance, kehilangan darah, kerusakan alat indera, racun serangga, dermathosis, alergi, dan miyasis.



Share:

PERTEMUAN EVALUASI KEGIATAN SEMESTER I TA 2018 DAN PERENCANAAN TA 2019 KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II JAYAPURA TAHUN 2018



Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan program dan pengembangan kegiatan di lingkup internal managemen Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Jayapura dimana tuntutan kualitas dan kuantitas mutu program merupakan keharusan karena penyelenggaraan pelaksanaan program dan pengembangan yang bermutu merupakan bagian dari akuntanbilitas. Akuntanbilitas mengunakan prinsip-prinsip yang tidak memberi peluang untuk merubah konsep dan implementasi perencanaan baik perubahan terhadap program, besaran dana pelaksanaan maupun sasaran. Akuntabilitas mampu membatasi ruang gerak terjadinya perubahan dan pengulangan serta revisi perencanaan. Sebagai alat kontrol akuntabilitas publik memberi kepastian pada aspek-aspek pentingnya evaluasi dan perencanaan pelaksanaan program dilingkungan internal managemen Kantor Kesehatan Pelabuhan Jayapura.
Guna mencapai akuntanbilitas terhadap penyelenggaraan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkup internal managemen KKP Jayapura maka kegiatan monitoring evaluasi sebagai wahana control dan pengendalian program mulai dari proses perencanaan, implementasi, output dan outcome yang diharapkan. Oleh karena itu untuk mewujudkan akuntabilitas pelaksanaan program dan pengembangan dibutuhkan adanya suatu kegiatan evaluasi dan perencanaan.

Dokumentasi Kegiatan
Foto Bersama
Koordinator Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Sarmi, Bandar Udara Sentani, Bandar Udara Wamena dan PLBN Skow



Penyampain Materi Oleh Ka. Subbag TU
Penyampain Materi Oleh Ka.Sie PRL
Penyampain Materi Oleh Ka.Sie PKSE
Penyampain Materi Oleh Ka.Sie UKLW

Materi Presentasi dapat di download disini :
Share:

PERTEMUAN JEJARING SURVEILANS DAN KEMITRAAN SERTA PENGUATAN LAYANAN IMUNISASI MRP (MEASLES, RUBELLA DAN POLIO) DI WILAYAH KERJA PLBN SKOUW


Perkembangan teknologi alat angkut yang semakin cepat membuat jarak antara Negara menjadi semakin dekat karena waktu tempuh yang semakin singkat, sehingga mobilitas orang dan barang semakin cepat melebihi masa inkubasi penyakit menular. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap resiko penularan penyakit secara global.  Ancaman global yang kita hadapi saat ini yaitu New Emerging Disease dari Negara lain yang berpotensi masuk ke Indonesia antara lain Zika Virus, Mers Cov, Hanta Fever, Ebola, SARS, Nipah virus, Dan Avian Influenza. Ada pula penyakit yang masih merupakan masalah, kemudian berkembang (Emerging Disease) serta perilaku masyarakat yang tidak mendukung pola hidup sehat. Penyakit tersebut diantaranya HIV/AIDS, penyakit menular seksual lainnya, DHF (Dangue Haemoragic Fever), Jepanese Encephalitis, Cikungunya, Kolera, Malaria, Filariasis, Tipoid, dan Salmonelosis.

   Melihat ancaman penyakit tersebut Badan Kesehatan Dunia (WHO) melakukan sidang majelis kesehatan dunia untuk mengatasi masalah kedaruratan kesehatan yang meresahkan dunia (Public Health Emergency of International Concern) PHEIC. Hasil sidang tersebut pun menetapkan pentingnya penguatan surveilans  di semua tingkatan serta pengawasan di setiap pintu masuk suatu Negara (Point of Entry) melalui pelabuhan, bandara, dan lintas batas darat.      Kantor Kesehatan Pelabuhan sebagai UPT Kementerian Kesehatan merupakan otoritas kesehatan di pintu masuk Negara (Point of Entry)  yang mempunyai tugas mencegah keluar masuknya penyakit menular berpotensi wabah termasuk kejadian PHEIC. Guna mencegah terjadinya penyebaran PHEIC secara lintas negara, di tuntut mampu menangkal resiko kesehatan yang mungkin masuk dari Negara lain dengan melakukan tindakan tanpa menghambat perjalanan dan perdagangan.      Wilayah Kerja PLBN Skouw adalah salah satu pintu masuk Provinsi Papua  diharapkan harus mampu mencegah penyebaran penyakit potensial wabah serta PHEIC. Tentang Organisasi dan Tata Kerja kantor Kesehatan Pelabuhan, di tetapkan bahwa PLBN Skouw merupakan salah satu Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Jayapura. Sehingga dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kantor Kesehatan Pelabuhan Jayapura di Wilker PLBN Skouw maka perlu di adakan kegiatan Pertemuan Koordinasi Alur Pelaksanaan Pelayanan Terhadap Para Pelintas Batas di PLBN Skouw      Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk mempermudah koordinasi, shering informasi antar instansi terkait sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat dalam rangka Pelaksanaan Tupoksi di setiap wilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Jayapura maupun Papua pada umumnya.


Share:

PERTEMUAN JEJARING SURVEILANS DAN KEMITRAAN PINTU MASUK NEGARA DI WILAYAH KERJA BANDAR UDARA SENTANI


Share:

Stop Gratifikasi!

Stop Gratifikasi!

Tayangan 1 Bulan Terakhir

Blogroll

Popular Posts


DOKUMENTASI EVALUASI PELAKSANAAN SURVEILANS DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DI PINTU MASUK SERTA PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN PADA PEKAN OLAHRAGA NASIONAL (PON) XX/PEPARNAS XVI PAPUA

DOKUMENTASI EVALUASI PELAKSANAAN SURVEILANS DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DI PINTU MASUK SERTA PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN PADA ...

MARS KKP

Diberdayakan oleh Blogger.