PENYUSUNAN RENKON WILAYAH KERJA PELABUHAN LAUT SARMI (Kantor Bupati Kab.sarmi)

                                                             SOSIALISASI PENYUSUNAN RENKON
                                                        WILAYAH KERJA PELABUHAN LAUT SARMI
                                             KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II JAYAPURA

  1.                                                                                   TAHUN 2019

 A. Gambaran Umum
            
Paradigma baru tentang ancaman kesehatan masyarakat secara global telah berubah dari ancaman kesehatan masyarakat secara global pada saat ini dan dimasa mendatang karena bukan hanya penyakit karantina (Pes,kolera dan yellow fever) sebagaimana dalam IHR 2005. Penyakit tidak mengenal batas wilayah maupun negara, dia dapat muncul dan menyerang tanpa di ketahui kapan dan dimana saja,muculnya penyakit New Emerging Disease maupun Re-Emerging Disease, seperti penyakit SARS, Avian Influensa (H5N1), Pandemi Flu baru A H1N1, Hand foot mouth disease (HFMD), Poliomielitis dan MERS CoV.
                   Tujuan IHR 2005 ialah mencegah, melindungi terhadap dan menanggulangi penyebaran penyakit antar negara tanpa pembatasan perjalanan dan perdagangan  yang tidak perlu.
Inti dari amanat IHR 2005 ialah setiap negara harus  mampu mendeteksi secara dini di masyarakat dan mampu segera merespon semua kejadian berpotensi sebagai penyakit infeksi emerging (PIE).
        Disamping itu pada pintu masuk harus mampu mencegah dan mengatasi penyebaran semua penyakit/kejadian  yang berpotensi sebagai penyakit infeksi Emerging (PIE) di Point of entry (Pintu masuk) dan harus mampu mengatasi. Penyebaran penyakit lintas wilayah/negara melalui transportasi,
maka untuk mencegah penyebaran penyakit lintas wilayah/negara diatur secara internasional melalui internasional  Health regulations (IHR) 2005. Dari 66 pasal (article) dan 9 lampiran, ada 33 pasal mengatur  point of entry, Dalam IHR 2005 Lampiran 1B, Disebutkan persyaratan minimal untuk kemampuan utama bagi Point of entry
          salah satu persyaratan minimal tersebut ialah setiap point of entry harus telah mempunyai dokumen Rencana kontijensi respon menghadapi kemungkinan Public Health Emergency of international concern (PHEIC), Serta penyakit infeksi emerging (PIE)’.
         
          Untuk memaksimalkan kemampuan dan pemahaman petugas di point of entry dalam menghadapi situasi tersebut, maka kantor kesehatan pelabuhan kelas II jayapura wilayah kerja pelabuhan laut sarmi melaksanakan Sosialisasi penyusunan renkon dengan memperlihatkan langkah-langkah yang dilakukan dalam menangani dan mencegah berjangkitnya penyakit infeksi emerging di Indonesia dengan melibatkan seluruh lintas sector terkait di pintu masuk negara maupun wilayah.
   B. Manfaat
           
Manfaat di selenggarakan Sosialisasi penyusunan renkon, Penanganan penyakit infeksi
emerging pada situasi rutin maupun respon PHEIC adalah tersusunnya dokumen rencana kontijensi yang menjadi acuan jika terjadi kedaruratan kesehatan masyarakat di wilayah pelabuhan laut sarmi.
   C. Waktu pelaksanaan kegiatan.
            
Kegiatan dilaksanakan Hari Kamis tanggal 07 November 2019 bertempat di ruang pertemuan kantor bupati sarmi. Kegiatan di buka oleh bupati sarmi oleh Drs. E.Fonataba,MM yang di hadiri dari dinas kesehatan kab.sarmi, Pemda Kab.sarmi , stakeholder, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
 Narasumber berasal dari subdit kekarantinaan kesehatan subdit penyakit infeksi emerging Ditjen P2P Kementrian Kesehatan RI dan KKP kelas II jayapura.
 

                                                 

                                     


   

    


Share:

SOSIALISASI PENYUSUNAN RENKON WILAYAH KERJA PELABUHAN LAUT SARMI

                                                             SOSIALISASI PENYUSUNAN RENKON
                                                        WILAYAH KERJA PELABUHAN LAUT SARMI
                                             KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II JAYAPURA
                                                                                  TAHUN 2019

A. Gamabaran Umum
          
Paradigma baru tentang ancaman kesehatan masyarakat secara global telah berubah dari ancaman kesehatan masyarakat secara global pada saat ini dan dimasa mendatang karena bukan hanya penyakit karantina (Pes,kolera dan yellow fever) sebagaimana dalam IHR 2005. Penyakit tidak mengenal batas wilayah maupun negara, dia dapat muncul dan menyerang tanpa di ketahui kapan dan dimana saja,muculnya penyakit New Emerging Disease maupun Re-Emerging Disease, seperti penyakit SARS, Avian Influensa (H5N1), Pandemi Flu baru A H1N1, Hand foot mouth disease (HFMD), Poliomielitis dan MERS CoV.

        Tujuan IHR 2005 ialah mencegah, melindungi terhadap dan menanggulangi penyebaran penyakit antar negara tanpa pembatasan perjalanan dan perdagangan  yang tidak perlu.
Inti dari amanat IHR 2005 ialah setiap negara harus  mampu mendeteksi secara dini di masyarakat dan mampu segera merespon semua kejadian berpotensi sebagai penyakit infeksi emerging (PIE).
        Disamping itu pada pintu masuk harus mampu mencegah dan mengatasi penyebaran semua penyakit/kejadian  yang berpotensi sebagai penyakit infeksi Emerging (PIE) di Point of entry (Pintu masuk) dan harus mampu mengatasi. Penyebaran penyakit lintas wilayah/negara melalui transportasi,
maka untuk mencegah penyebaran penyakit lintas wilayah/negara diatur secara internasional melalui internasional  Health regulations (IHR) 2005. Dari 66 pasal (article) dan 9 lampiran, ada 33 pasal mengatur  point of entry, Dalam IHR 2005 Lampiran 1B, Disebutkan persyaratan minimal untuk kemampuan utama bagi Point of entry
          salah satu persyaratan minimal tersebut ialah setiap point of entry harus telah mempunyai dokumen Rencana kontijensi respon menghadapi kemungkinan Public Health Emergency of international concern (PHEIC), Serta penyakit infeksi emerging (PIE)’.
         
          Untuk memaksimalkan kemampuan dan pemahaman petugas di point of entry dalam menghadapi situasi tersebut, maka kantor kesehatan pelabuhan kelas II jayapura wilayah kerja pelabuhan laut sarmi melaksanakan Sosialisasi penyusunan renkon dengan memperlihatkan langkah-langkah yang dilakukan dalam menangani dan mencegah berjangkitnya penyakit infeksi emerging di Indonesia dengan melibatkan seluruh lintas sector terkait di pintu masuk negara maupun wilayah.


B. Manfaat
           
Manfaat di selenggarakan Sosialisasi penyusunan renkon, Penanganan penyakit infeksi
emerging pada situasi rutin maupun respon PHEIC adalah :
1. Memberikan acuan kepada petugas KKP, Maupun Stakeholder di lingkungan pelabuhan dan wilayah
    agar dapat melaksanakan penanganan penyebaran penyakit menular berpotensi wabah secara
    terencana,terpadu,terkoordinasi dan menyeluruh.

 2. Penguatan demi terwujudnya  mekanisme komunikasi, koordinasi dan control yang terstruktur dalam
      penanganan (PIE) di pintu masuk negara/wilayah.                                                                                                                                                  
 3.  Terlatihnya petugas KKP dan stake holder terkait dalam melaksanakan tindakan penyehatan rutin
      maupun respon kedaruratan termasuk mengoperasikan peralatan sesuai standar Operasional
      Prosedur yang berlaku.

C. Waktu pelaksanaan kegiatan.
          
Kegiatan dilaksanakan Hari kamis tanggal 31 oktober 2019 bertempat di Ruang pertemuan kantor kesehatan pelabuhan jayapura wilker pelabuhan laut sarmi (Depan tugu yamagata)
Kegiatan di buka oleh kepala dinas kesehatan kabupaten sarmi oleh dr.Zadrak,Sp.B yang di hadiri dari dinas ksehatan kabupaten sarmi, Pemda Kab.sarmi, stakeholder, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
        Narasumber berasal dari subdit kekarantinaan kesehatan subdit penyakit infeksi emerging Ditjen P2P Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan KKP kelas II jayapura.
   



                                                   

         
                                                                   

















Share:

SOSIALISASI PROSEDUR PENGAWASAN DAN RUJUKAN ORANG SAKIT


SOSIALISASI PROSEDUR PENGAWASAN DAN RUJUKAN ORANG SAKIT DI WILAYAH KERJA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II JAYAPURA
16 September 2019


Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisaikan layanan rujukan orang sakit dalam Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Jayapura. Penerima manfaat Sosialisasi Layanan Rujukan orang sakit adalah masyarakat, lintas program, lintas sektor di Wilayah Kerja PLBN Skouw.
Kegiatan bertempat di Hotel @Hom Premier Tanah Hitam pada tanggal 16 September 2019 dihadiri oleh 42 peserta dengan narasumber berasal dari RSUD Jayapura dengan materi Penatalaksaan Rujukan Orang sakit, Kepala KKP Jayapura dengan materi Kebijakan pelaksanaan Kekarantinaan Kesehatan dalam konteks Pengawasan Lalu Lintas orang sakit di KKP Jayapura berdasarkan UU nomor 6 Tahun 2018, dan dokter KKP Jayapura dengan materi Pelaksanaan Kegiatan pengawasan orang sakit dan Rujukan pada KKP Jayapura. Sosialisasi layanan rujukan orang sakit menghasilkan kesepakatan bersama yang ditandatangani perwakilan peserta, antara lain :
1.      UPBU Kelas I Utama Sentani, KSOP Jayapura, Administrator PLBN Skouw siap bekerjasama dengan KKP dalam mendukung pelaksanaan pengawasan dan rujukan orang sakit di wilayah kerja KKP Jayapura.
    2. RSUD Jayapura, RSUD Abepura, RSUD Yowari, RS Dian Harapan, RS Bhayangkara, RS Angkatan Laut, RS Marthen Indey, RS Provita,  siap bekerja sama dalam melaksanakan layanan rujukan orang sakit di wilayah kerja KKP Jayapura.
3.      Pihak Airlines dan ground handling siap bekerjasama dengan KKP untuk melaksanakan rujukan orang sakit menggunakan alat angkut pesawat.
4.      Pihak Pelindo dan Agen pelayaran siap bekerjasama dengan KKP untuk melaksanakan rujukan orang sakit menggunakan alat angkut Kapal.
5.      Stakeholder di wilayah Bandara, pelabuhan , PLBN siap meneruskan informasi layanan rujukan orang sakit.
 Hasil dokumentasi terlampir.





















Share:

PELATIHAN BHD BAGI PETUGAS KKP DAN STAKEHOLDER WILKER BANDARA SENTANI 10 September 2019


PELATIHAN BHD BAGI PETUGAS KKP DAN STAKEHOLDER
WILKER BANDARA SENTANI

10 September 2019



Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah tindakan darurat untuk membebaskan jalan napas, membantu pernapasan dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu yang dilakukan oleh orang yang berada di sekitar korban termasuk masyarakat awam segera setelah kejadian sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup korban. Tindakan bantuan hidup dasar yang terlambat dan tidak sesuai dengan prosedur dapat mengakibatkan gagalnya upaya penyelamatan..  
Dalam konteks pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) berperan dalam melakukan pertolongan pertama terhadap pelaku perjalanan baik yang akan menggunakan alat transportasi laut, udara, maupun darat. Petugas KKP dan Stakeholder yang ada di wilayah kerja untuk pemberian Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Kegiatan bertempat di Ruang Rapat UPBU Bandara Sentani pada tanggal 10 September 2019 dihadiri oleh 25 peserta dengan narasumber berasal dari RSUD Jayapura sebagai perwakilan HIPGABI Provinsi Papua dengan materi Evakuasi Korban, UPBU Sentani dengan materi Matra dirgantara Kesehatan Penerbangan, dan Dokter KKP Jayapura dengan materi BHD pada semua kelompok umur.

Hasil dokumentasi terlampir.























Share:

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KEPALA KANTOR
Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Kantor secara administratif dibina oleh Sekretariat Direktorat Jenderal dan secara teknis fungsional dibina oleh Direktorat di Lingkungan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
SUBBAGIAN TATA USAHA
Subbagian Tata Usaha mempunyai tuga melakukan koordinasi dan penyusunan program, pengelolaan informasi, evaluasi , laporan, urusan tata usaha, keuangan, penyelenggaraan pelatihan, kepegawaian, serta perlengkapan dan rumah tangga.
SEKSI PENGENDALIAN KARANTINA DAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan dan koordinasi pelaksanaan kekarantinaan, surveilans epidemiologi penyakit, penyakit potensial wabah, penyakit baru dan penyakit muncul kembali, pengawasan alat angkut dan muatannya, lalu lintas OMKABA, jejaring kerja, kemitraan, kajian, serta pengembangan teknologi, pelatihan teknis bidang kekarantinaan dan surveilans epidemiologi di wilayah kerja bandara, pelabuhan dan lintas batas darat negara.
SEKSI PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN
Seksi Pengendalian Risiko Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan dan koordinasi pelaksanaan pengendalian vektor dan binatang penular penyakit, pembinaan sanitasi lingkungan, jejaring kerja, kemitraan, kajian dan pengembangan teknologi serta pelatihan teknis bidang pengendalian risiko lingkungan di wilayah kerja bandara, pelabuhan dan lintas batas darat negara.
SEKSI UPAYA KESEHATAN DAN LINTAS WILAYAH
Seksi Upaya Kesehatan dan Lintas Wilayah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan dan koordinasi pelayanan kesehatan terbatas, kesehatan kerja, kesehatan matra, kesehatan haji, perpindahan penduduk, penanggulanan bencana, vaksinasi internasional, pengembangan jejaring kerj, kemitraan, kajian dan teknologi, serta pelatihan teknis bidang upaya kesehatan di wilayah kerja bandara, pelabuhan dan lintas batas darat negara.
 INSTALASIInstalasi merupakan fasilitas penunjang penyelenggaraan operasional KKP dan penunjang administrasi.
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Share:

Sosialisasi undang undang no 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan

Sosialisasi undang undang no 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan 
kantor kesehatan pelabuhan kelas II Jayapura








 










Share:

Pengambilan sumpah/janji pegawai negeri sipil




 PENGAMBILAN SUMPAJ/JANI PEGAWAI NEGERI SIPIL KKP JAYAPURA KELAS II JAYAPURA


  






































Share:

PELEPASAN MAHASISWA MAGANG FKM UNCEN


                                               


  PELEPASAN MAHASISWA MAGANG FKM UNCEN DI
           RUANG RAPAT KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II JAYAPURA

                                                                                                


Pelepasan mahasiswa FKM Uncen pada hari sabtu 30 juni 2019 bertempat di ruang rapat kantor kesehatan pelanuhan kelas II jyapura.

Di hadiri bapak kepala kantor dan sejumlah struktural seksi UKLW,PKSE,dan PRL dan juga dengan Kordinator wilker PLBDN Skouw dengan sejumlah para dosen dari FKM Uncen.


   


                                   
 


                                
Share:

KEGIATAN SOSIALISASI LAYANAN RUJUKAN ORANG SAKIT DI WILAYAH KERJA BADAR UDARA WAMENA


Pembukaan Kegiatan Sosialisasi Layanan Rujukan Orang Sakit
di Wilayah Kerja Bandar Udara Wamena.




Pembawaan Materi Oleh KKP Jayapura Sebagai Narasumber
Pada Kegiatan Sosialisasi Layanan Rujukan Orang Sakit
di Wilayah Kerja Bandar Udara Wamena.



Sesi Foto Bersama Kegiatan Sosialisasi Layanan Rujukan Orang Sakit
di Wilayah Kerja Bandar Udara Wamena.


Share:

Pertemuan sosialisasi pengendalian vektor di bandara,pelabuhan dan PLBDN Pelabuhan laut jayapura


PERTEMUAN SOSIALISASI PENGENDALIAN VEKTOR DI BANDARA PELABUHAN DAN PLBDN LAUT JAYAPURA





Dalam rangka peningkatan pelaksanaan tupoksi cegah tangkal penyakit di pintu masuk negara sekaligus persiapan PON XX Tahun 2020 di provinsi Papua, maka kantor kesehatan Pelabuhan kelas II Jayapura akan melaksanakan Pertemuan sosialisasi pengendalian vektor dalam wilayah kerja pelabuhan laut.









                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           1. Dasar Hukum :


a. IHR Revisi Tahun 2015,

b. Undang-UndangNomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,
 c. Undang-Undang 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,
d. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular,
e. Peraturan Menteri Kesehatan R.I Nomor 356/Menkes/Per/lV/2009 tentang Organisasi dan         Tata Keija Kantor Kesehatan Pelabuhan,
f. Peraturan Presiden No.30 Tahun 2011 Tentang Pengendalian Zoonosis,
g. Permenkes RI.No.47 Tahun 2014 Tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit,
h. Permenkes Rl No.50 Tahun 2017, Tentang Standart Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Serta Pengendaliannya.

. Gambaran Umum
Kantor Kesehatan Pelabuhan merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Kesehatan R.I yang bertanggung jawab kepada Dirjen P2P dalam mengemban tugas pokok dan fungsi dalam cegah masuknya penyakit karantina dan penyakit menular yang berpotensi wabah, selain itu dituntut mampu menangkal resiko kesehatan yang mungkin masuk dari Negara lain dengan melakukan tindakan tanpa menghambat perdagangan. Penyakit tular vektor merupakan penyakit yang menular melalui hewan/serangga perantara (vektor) penyakit. Contohnya, antara lain Malaria, Demam Berdarah Dengue, Chikungunya, Pes dan lainnya. Penyakit tersebut hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Pelabuhan Laut merupakan salah satu pintu masuk utama suatu Negara yang menjadi lalu lintas orang dan barang yang berpotensi menimbulkan penularan penyakit. Salah satu penularan penyakit yang penting adalah yang disebabkan oleh vektor seperti nyamuk Aedes sp, nyamuk Anopheles sp. serta yang disebabkan oleh tikus dan pinjal. Upaya pengendalian vektor telah dilakukan dengan baik oleh Pemerintah dan masyarakat.


Keberhasilan upaya pengendalian penyakit tular vektor dan zoonotik terkait dengan pemutusan rantai penularan melalui upaya pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit secara terpadu meliputi aspek teknis/metode, sumber daya baik manusia dan sarana prasarana, keterpaduan antar program dan lintas sektor serta melibatkan peran aktif masyarakat di wilayah kerja Pelabuhan Laut Jayapura. Kegiatan yang dapat mendukung upaya pengendalian penyakit tular vektor dan zoonotik, salah satunya adalah dengan sosialisasi pengendalian vektor bersama instansi pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat. Berdasarkan hal ini, maka dilakukan Pertemuan Sosialisasi Pengendalian Vektor di wilayah kerja Pelabuhan Laut Jayapura.
                           
               

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            
B. Tujuan

1. Tujuan Umum
 Tersosialisasinya informasi tentang program pengendalian vektor di wilayah kerja Pelabuhan Laut Jayapura.

2. Tujuan Khusus

a. Penguatan kerjasama/jejaring yang sinergis antar lintas sektor dengan instansi pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat di wilayah kerja Pelabuhan Laut Jayapura.
b. Meningkatkan kesadaran dan peran serta instansi pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat dalam mewujudkan lingkungan Pelabuhan Laut yang sehat dan bebas dari vektor penular penyakit.

C. Penerima Manfaat

Manfaat dari Pertemuan Sosialisasi Pengendalian Vektor di wilayah kerja Pelabuhan Laut Jayapura yaitu Instansi pemerintah, pihak swasta serta masyarakat memperoleh informasi tentang program pengendalian vektor penyakit di wilayah kerja Pelabuhan Laut Jayapura.

D. Strategi Pencapaian Keluaran


1. Metode Pelaksanaan
    Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah/presentasi dan diskusi/tanya jawab.
2. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan
     a. Tahapan
     - Registrasi Peserta - Pembukaan
     - Pemaparan Materi - Diskusi/Rencana Tindak Lanjut
     - Kesimpulan












  TERIMAKASIH























Share:

Kegiatan Sosialisasi Tupoksi KKP Jayapura Kepada Mahasiswa Magang Oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Jayapura


Penyuluhan Mahasiswa  FKM UNCEN di Ruang Rapat Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Kota Jayapura.

Penerimaan Mahasiswa Magang FKM UNCEN di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Kota Jayapura.


Share:

PEMASANGAN PERANGKAP DAN IDENTIFIKASI TIKUS & PINJAL KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II JAYAPURA SEKSI PENGENDALIAN RISIKO LINGKUNGAN TAHUN 2019

A.  Latar belakang
Tikus adalah hewan mengerat (rodensia) yang lebih dikenal sebagai hama tanaman pertanian, perusak barang digudang dan hewan pengganggu yang menjijikan di perumahan. Belum banyak diketahui dan disadari bahwa kelompok hewan ini juga membawa, menyebarkan dan menularkan berbagai penyakit kepada manusia, ternak dan hewan peliharaan. Rodensia komensal yaitu rodensia yang hidup didekat tempat hidup atau kegiatan manusia ini perlu lebih diperhatikan dalam penularan penyakit. Penyakit yang ditularkan dapat disebabkan oleh infeksi berbagai agen penyakit dari kelompok virus, rickettsia, bakteri, protozoa dan cacing. Penyakit tersebut dapat ditularkan kepada manusia secara langsung oleh ludah, urin dan fesesnya atau melalui gigitan ektoparasitnya (kutu, pinjal, caplak dan tungau).
Tikus merupakan masalah rutin di wilayah Pelabuhan Laut, karena itu pengendaliannya harus dilakukan secara rutin pula. Hewan pengerat ini dapat menimbulkan penyakit penting yang ditularkan ke manusia antara lain, pes, salmonellosis, leptospirosis, murin typhus.
Mengingat besarnya dampak negatif akibat keberadaan tikus di wilayah Pelabuhan Laut, maka perlu dilakukan pengawasan sebagai langkah dalam upaya mencegah kemungkinan timbulnya penyebaran penyakit terutama dari tikus dengan pinjal.
B.  Tujuan
a.       Untuk mengetahui jenis tikus di wilayah Pelabuhan Laut Jayapura.
b.      Untuk mengetahui indeks pinjal pada tikus yang tertangkap di wilayah Pelabuhan Laut Jayapura.
c.       Untuk mengetahui jenis pinjal jika ditemukan pada tikus yang tertangkap di wilayah Pelabuhan Laut Jayapura.
d.      Untuk melaksanakan salah satu tindak pengendalian dengan metode trapping.




DOKUMENTASI KEGIATAN

PEMASANGAN PERANGKAP DAN IDENTIFIKASI TIKUS & PINJAL
BULAN JANUARI TAHUN 2019



Share:

Stop Gratifikasi!

Stop Gratifikasi!

Tayangan 1 Bulan Terakhir

Blogroll

Popular Posts


DOKUMENTASI EVALUASI PELAKSANAAN SURVEILANS DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DI PINTU MASUK SERTA PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN PADA PEKAN OLAHRAGA NASIONAL (PON) XX/PEPARNAS XVI PAPUA

DOKUMENTASI EVALUASI PELAKSANAAN SURVEILANS DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DI PINTU MASUK SERTA PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN PADA ...

MARS KKP

Diberdayakan oleh Blogger.